Minggu, 09 Januari 2011

SOAL UAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Nama : Gun Sasongko Rahmanu

SOAL!
1. Kaji dan uraikan aspek – aspek psikologi apa saja yang perlu dikembangkan pada siswa sekolah dasar?
2. Kaji dan jelaskan bagaimana implikasi bagi guru SD dalam mengembangkan aspek – aspek psikologi jawaban no 1?
3. Bagaiman upaya guru dalam menstimulasi aspek – aspek psikologi jawaban no 1 ? pada siswa kelas rendah atau kelas tinggi?
4. Kesulitan atau hambatan apa saja dalam upaya menstimulasi aspek – aspek psikologi?

JAWABAN!
1.
 Minat
Minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan (Kamisa, 1997 : 370). Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya(Gunarso,1995 : 68). Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock, 1995 : 144).

 Kepribadian
Kepribadian adalah suatu cara menetukan perilaku dalam situasi yang ditetapkan dan dalam kesadaran jiwa yang ditetapkan sehingga setiap individu bertingkah laku dalam caranya sendiri karena setiap individu memiliki kepribadian sendiri atau sebagai susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tia-tiap individu manusia. (Allport, G.W.1996 : 86)
 Emosi
Kata “emosi” diturunkan dari kata bahasa Perancis, emotion. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati, temperamen, kepribadian, dan disposisi. Namun ada pendapat lain yang mendefinisikan emosi adalah reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat. (Kartono. 1989 : 112)
 Kognisi (berfikir)
Kognisi (berfikir) adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak, perasaan dan kehendak manusia atau jerih payah secara mental untuk memahami sesuatu yang dialami atau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi, berfikir dimulai ketika muncul keraguan dan pertanyaan untuk dijawab atau berhadapan dengan persoalan atau masalah yang memerlukan pemecahan. (Hadisubrata. 1989 : 75)


2.
 Minat
1) Terangkan dengan bahasa yang dimengerti siswa, bahwa belajar itu berguna. Bukan sekedar supaya raport tidak merah, tapi misalnya dengan mengatakan “Kalau siswa rajin belajar dan jadi pintar.
2) Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang dilakukan di luar sekolah pada anak (bukan dalam keadaan mengintrograsi siswa, tapi misalnya sembari melihat pekerjaan siswa, ajak bicara tentang kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan di luar sekolah. Berikan komentar “hebat”, “wah bagus sekali kamu” atau lainya bila yang dilakukan siswa memang baik. Dan jangan lupa juga berikan komentar tentang solusi-solusi bila di dalam cerita anak terdapat masalah.
3) Berikan insentif jika siswa belajar. Insentif yang dapat diberikan ke siswa tidak selalu harus berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan perhatian. Pujilah siswa saat ia mau belajar tanpa mesti disuruh (peristiwa ini mungkin jarang terjadi, tapi jika saat terjadi guru memperhatikan dan menunjukkannya, hal tersebut bisa menjadi insentif yang berharga buat siswa). Pujian selain merupakan insentif langsung, juga menunjukkan penghargaan dan perhatian guru terhadap siswa. Siswa seringkali haus perhatian dan senang dipuji.
4) Mensetting suasana belajar lebih menyenangkan. Jika setiap kali pembicaraan mengenai PBM berakhir dengan omelan-omelan, ia akan mengasosiasikan suasana belajar sebagai hal yang tidak memberi perasaan menyenangkan pada siswa, dengan demikian guru yang terbiasa dengan omelan akan dihindari oleh siswa buatlah trik-trik siswa menjadi betah didalam kelas bisa jadi keluarkan joke-joke yang bias membuat anak menjadi tertawa.

 Dengan adanya kepribadian maka seorang guru dapat mengetahui bagaimana menangani siswa tersebut dalam proses pembelajaran. Cara apa yang tepat digunakan agar siswa dapat memahami pembelajaran yang diberikan guru.Psikologi motivasi maka semua orang akan cenderung menghindari hal sulit dan menyusahkan dan lebih suka melakukan sesuatu yang mendatangkan kesenangan. Sehingga guru juga harus bisa memahami karakteristik siswa muali dari kehidupan di keluarganya atau latar belakang siswa serta mengetahui kebutuhan – kebutuhan siswa yang akan dimotivasi.
 Emosi membetulkan fakta tanpa mempermalukan anak dalam menyelesaikan tugas mereka. Ajarlah anak untuk mengekspresikan rasa sayang dan juga menolong kawan dalam kesulitan, termasuk orang tua. Usahakan suasana yang tenang, ramah dengan tidak tidak boleh ditertawakan jika melakuakn kesalahan. Berilah tugas yang tidak terlalu sulit dengan memberi sifat berani pada anak dalam segala hal yang terasa sulit. Ajarlah anak bekerja dengan tenang dengan menyelesaikan apa yang dimulai dengan teliti.
 Kognisi (berfikir) merupakan proses anak untuk mengerti atau memahami sesuatu. Kita sebagai guru harus biasa mengembangkan minat anak dalam belajar. Setiap anak memiliki cara belajar sendiri – sendiri, ada anak yang suka belajar dengan mendengarkan musik, ada juga anak yang belajar bersama teman – temannya. Oleh karena itu kita sebagai guru harus tahu cara belajar anak didik kita, biasanya anak akan rajin belajar bila rasa ingin tahunya tinggi, itupun bias di latih dengan cara member tugas pengamatan. Misalnya mengamati pertumbuhan biji kacang hijau, dapat pula dilakukan dengan cara anak di berikan tugas rumah dan dikerjakan secara berkelompok dengan teman yang rumahnya berdekatan.
3.
 Minat
Bantu anak meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya, Jalin hubungan baik serta akrab antara guru dengan anak, Kembangkan konsep diri positif pada anak. Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan serta pengalaman di berbagai bidang, Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni bidang keunggulannya serta bidang-bidang lain yang berkaitan.
 Kepribadian
Sejak usia dini cermati berbagai tingkah laku yang tampak pada anak. Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap tingdakan yang dilakukan anak, Arahkan tindakan ke hal –hal yang bersifat positif untuk dirinya.

 Emosi
Memahami anak, Tampilkan pribadi-pribadi yang dapat merupakan objek identifikasi sebagai pribadi idola para remaja, memberikan dorongan pada anak bersaing dengan diri sendiri.

 Kognisi ( berfikir)
Kognisi berfikir sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi dan saling kerja sama, Bersosialisasi dengan teman yang lain. Membiasakan anak untuk gemar mencari/ menggali informasi dan sumber pengetahuan sendiri.

4.
 Minat
Kurangnya wawasan bidang studi atau lapangan pekerjaan yang ada
Tidak ada masukan dari lingkungan mengenai kelebihan dalam kemampuan atau minatnya.Siswa belajar tanpa tahu kegunaan dan tujuan dari bidang studi yang dipelajarinya dalam bidang yang diminati bervariasi
 Kepribadian
Sulitnya menemukan/menentukan Kepribadian apa yang harus ditanamkan dan dimiliki oleh anak. Setiap individu adalah unik karena itu setiap tindakan yang dilakukan perlu memperoleh perhatian khusus.
 Emosi
Anak cenderung ingin bebas sehingga kontrol emosinya masih rendah, Anak umumnya kurang terbuka dengan guru, Tingkat kecerdasan emosional masing-masing anak berbeda, Gangguan emosional pada diri anak.
 Kognisi ( Berfikir)
Guru kurang mempehatikan pola fikir yang ada pada diri siswa.Kurangnya respon dari peserta didik itu sendiri. Sarana dan prasarana disekolah yang kurang mendukung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar