Minggu, 09 Januari 2011

Book Report : MENGENAL FILSAFAT PANCASILA MELALUI PENDEKATAN METAFISIKA, LOGIKA DAN ETIKA

MENGENAL FILSAFAT PANCASILA MELALUI PENDEKATAN METAFISIKA, LOGIKA DAN ETIKA
Book Report
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Menempuh Mata Kuliah Filsfat Pendidikan

Oleh :
Gun Sasongko Rahmanu







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN KSDP
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Desember 2010 
JUDUL BUKU : MENGENAL FILSAFAT PANCASILA MELALUI PENDEKATAN METAFISIKA, LOGIKA DAN ETIKA
PENULIS : Drs. Sunoto
KOTA TERBIT : Yogyakarta
PENERBIT : PT. Hanindita Graha Widya
TAHUN TERBIT : 1987

SINOPSIS ISI BUKU :
Lingkungan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebudayaan manusia termasuk filsafat sebagai kebudayaan non material. Fisafat ikut berperan dalam kehidupan manusia, masyarakat atau bangsa yang nampak dalam pandanagan hidup, sikap hidup dan perbuatan hidupnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa pancasila adalah suatu filsafat. Moh. Yamin menegaskan bahwa pancasila tersusun secara harmonis dalam suatu sistema filsafah. Ajaran pancasila adalah suatu sinthesa negara. Ajaran pancasila adalah ajaran fisafat sesuai dengan dialektik neo hegelian. Soediman kartoadiprodjo pancasila sebagai filsafat bangsa indoesia berdasarkan atas ucapan Bung Karno yang menyatakan bahwa pancasila adalah isi jiwa bangsa indonesia. Notonagoro berpendapat bahwa kedudukan pancasila dalam Republik Indonesia sebagai dasar negara, dalam pengertian dasar fisafat. Sifat kefilsafatan dari dasar negara tersebut terwujudkan dalam rumus abstrak dari kelima sila dari pada pancasila. Roeslan abdulgani mengatakan bahwa pancasila adalah fisafat negara yang lahir sebagai collectieve-ideologi dari seluruh bangsa indonesia. Pancasila ditinjau dari kacamata metafisika ,bahwa : pancasila mempunyai ruang hidup di seluruh indunesia. Negara Indonesia pada hakekatnya adalah negara pancasila, karena itu selama masih ada negara dan bangsa indonesia maka selama itu pula pancasila hidup. Ditinjau dari kacamata logika bahwa, Meskipun di Indonesia sudah ada berbagai negara dan pemerintahan yang hidup sebelum bangsa indonesia dijajah oleh bangsa lain, namun belum ada satupun yang sudah mempunyai undang-undang dasar, apalagi dasar filsfat negara. Pancasila yang diusulkan oleh Bung Karno sebagai dasar filsafat negara Indonesia merdeka ternyata dapat menggetarkan jiwa pemimpin-pemimpin dan juga bangsa Indonesia menunjukkan bahwa pancasila adalah identitas bangsa indonesia. Hal ini memenuhui syarat sebagai prinsip identitas. Ditinjau dari kaca mata etika, bahwa pancasila sebagai ukuran baik buruk, untuk mengatakan sesuatu baik atau buruk, indah atau tidak indah,benar atau salah harus ada ukurannya. Kenyataan menunjukkan bahwa ada berbagai ukuran yang tercermin dalam berbagai aliran. Bagi bangsa Indonesia pancasila merupakan kenyataan dan kebenaran yang berasal dari mereka sendiri dan yang telah mereka terima sebagai filsafat dan pandangan hidup mereka, karena itu bagi bangsa Indonesia pancasila merupakan ukuran bagi seluruh kegiatan kemasyarakatan, kenegaraan dan perorangan.

NAMA : GUN SASONGKO RAHMANU
JURUSAN : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Kata Pengantar
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT, karena hidayah-Nya penulis dapat menulis book report ini tepat pada waktunya. book report yang berjudul “MENGENAL FISAFAT PANCASILA MELALUI PENDEKATAN METAFISIKA, LOGIKA, DAN ETIKA ” ini penulis susun guna memenuhi tugas mata kuliah Filsafat pendidikan yang telah penulis terima.
Dalam penulisan book report ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Supriyono sebagai dosen pembimbing mata kuliah Filsafat pendidikan atas segala bimbingan dan arahannya dalam penyusunan book report ini, serta kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu dalam membantu terselesaikannya book report ini.
Sebagai manusia biasa yang penuh khilaf, penulis menyadari banyak terdapat kesalahan dalam penyusunan book report ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini penulis menyampaikan ucapan maaf apabila ada hal-hal yang tidak berkenan di hati. Penulis menyadari penyusunan book report ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna penyampurnaan dimasa mendatang.
Akhirnya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, penulis berharap book report ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi penulis maupun bagi para pembaca. Terima kasih.

Malang, Desember 2010

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pancasila telah diajarkan di sekolah dasar, sekolah lanjutan pertama, dan sekolah lanjutan tingkat atas dengan pen didikan moral pancasila. Demikian pula di Perguruan Tinggi pancasila dijadikan salah satu mata kuliah dalam mata kuliah dasar umum. Dengan demikian pancasila akan makin meresap dalam hati setiap orang Indonesia, makin diyakini sebagai nilai-nilai luhur yang memberi kebahagiaan hidup. Makin kuat keyakinan tarhadap nilai luhur yang diyakini itu akan makin kuat tekat untuk mempertahankan dan mewujudkannya.
Untuk membuat kesatuan tafsir mengenai pancasila dan pola penerapannya yang jelas itu diperlukan penelitian. Tempat yahg cocok untuk mengadakan penelitian adalah perguruan Tinggi, dimana pengkajian dilakukan secara ilmiah dan jujur, sehingga nnilai kebenarannya akan menyampai derajat yang tinggi. Penelitin ilmiah akan memuingkinkan penyusunan pancasila misalnya sebagai suatu sistem filsafat, yang mempunyai posisi dan sikap sendiri yang jelas terhadap berbagai macam sistim filsafat yang berlaku. Pancasila sebagai suatu sistim filsafat merupakan ilmu induk sebagai pankal dan landasan bagi pengembangan ilmu-ilmu khusus.
Filsafat secara umum dapat diberi pengertian sebagai ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Dalam hal ini filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan tentanng hakikat. Ilmu pengetahuan tentang hakikat menyatakan apa hakikat atau inti atau esensi segala sesuatu. Dengan cara itu jawaban yang akan diberikan berupa kebenaran yang hakiki. Filsafat mengalami perkembangan yang cukup lama tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya ruang, waktu, keadaan dan orangnya.
Itulah sebenarnya maka timbul berbagai pendapat mengenai pengertian filsafat yang mempunyai kekuasaannya masing-masing. Adanya aliran-aliran yang timbul dalam filsafat adalah suatu bukti dalam bahwa bermacam-macam pendapat yang khusus yang berbeda satu sama lain. Misalnya:
Rationalisme menggunakan akal
Materialisme menggunakan materi
Idealisme mengggunakan ide
Hedonisme menggunakan kesenangan
Filsafat dan ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan akal, hasil yang diperoleh baik oleh filsafat maupun ilmu pengetahuan juga bermacam-macam. Jika seseorang melihat sesuatu kemudian mengatakan sesuatu tersebut dikatakan ia telah mempunyai pengetahuan mengenai sesuatu yang tergambar di dalam pikiran kita. Pendekatan filsafat pancasila berarti berusaha untuk memahami pancasila melalui filsafat atau bagaimana memahami pancasila dengan menggunakan filsafat sebagai alatnya. Mengingat luasnya persoalan digunakan beberapa unsur filsafat sebagai alat yaitu metafisika, logika dan etika. Metafisika dibagi menjadi: ontopologi yang membicarakan tentang: ada, realita, eksistensi, kenampakan, substansi, perubahan. Cosmologi membicarakan tentang ruang, waktu, gerakan. Kattsof (1963).
Dalam buku An introductory logic (Creighton and smart, 1949) : Jenis logika dapat dilihat berdasarkan menurut kuantitasnya, menurut keadaannya, menurut sifatnya, menurut tujuannya, menurut hubungannya, menurut sifat hubungannya. Sedangkan dalam pendekatan melalui etika ada berbagai aliran antara lain: aliran hedonisme (kebaikan tertinggi adalah kesenangan), eudaemonisme (kebaikan tertinggi adalah kebahagiaan lahir dan batin), stoicisme (kebaikan tertinggi adalah kebahagiaan tertinggi harus dicari dalam dirinya sendiri). Berbagai pendapat tersebut diatas meskipun dinyatakan dalam bentuk yang berbeda-beda, tetapi tidak ada pertentangan antara satu dengan yang lain. Semua pendapat mengakui bahwa pancasila adalah suatu filsafat yang digunakan sebagai alatnya melalui pendekatan metafisika,logika dan etika.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut:
1. Apakah pancasila adalah suatu filsafat ?
2. Bagaimana Pendekatan fisolofik melalui metafisika, logika, etika terhadap pancasila?

C. Tujuan Penulisan
Dalam menyusun book report ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Mendeskripsikan pancasila adalah suatu filsafat
2. Mendeskripsikan pendekatan fisolofik melalui metafisika, logika, etika terhadap pancasila

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pancasila Adalah Suatu Filsafat
Sesuatu dapat diklasifikasikan sebagai suatu filsafat jika memenuhi ciri-ciri. Demikian pula agar pancasila merupakan suatu filsafat harusmemenuhi syarat-syarat pengertian dan ciri-ciri filsafat. Beberapa pendapat yang mengatakan bahwa pancasila adalah suatu filsafat.
a) Pendapat Muh. Yamin
Dalam bukunya naskah persiapan Undang-Undang Dasar 1945, Muh. Yamin (1962) menyebutkan :
”Ajaran Pancasila adalah tersusun secara harmonis dalam suatu sistema filsafah.

b) Pendapat Soediman Kartohadiprodjo
Dalam bukunya yang berjudul Beberapa pemikiran seputar pancasila, soedirman kartohadiprodjo (1969) mengemukakan :
Pancasila itu disajikan sebagai pidato untuk memenuhi permintaan memberikan dasar filsafat negara, maka disajikannya pancasila sebagai filsafat, seperti halnya sebuah buah- buahan diberikan lalu dimakan dengan keyakinan bahwa suatu penyakit tadi dapat diberantas, jadi sebagai obat maka buah-buahan tadi adalah obat pula. Pada saat itu maka pancasila masih merupakan filsafat negara. Karena itu dapatlah dimengerti, kalau filsafat pancasilla ini dibawakan sebagai inti-intinya hal-hal yang berkenaan dengan manusia, disebabkan negara itu adalah manusia, organisasi manusia. Dikiranya semua bahwa pancasila ini adalah ciptaan Ir. Sukarno, tetapi ternyata Ir. Sukarno menolakya disebut sebagai pencipta pancasila, melainkan mengatakan bahwa pancasila adalah isi jiwa bangsa indonesia. Kalau suatu filsafat itu adalah isi jiwa (sesuatu) bangsa”, maka filsafat itu adalah filsafat bangsa tadi. Jadi pancasila itu adalah filsafat bangsa indonesia.
c) Pendapat Notonagoro
Dalam lokarya pengalaman pancasila di yogyakarta, notonagoro (1976) antara lain mengatakan :
Dinyatakan dalam kalimat keempat dalam pembukaan undang-undang dasar 1945, bahwa disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu undang-undang dasar negara indonesia yang tebentuk dalam suasana susunan Negara Republik Indonesia yang bekedaulatan dengan berdasar kepada :
Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Kata-kata”dengan berdasar kepada” menentukan kedudukan pancasila dalam negara republik indonesia sebagai dasar negara, dalam pengertian”dasar filsafat”. Sifat kefilsafatan dari dasar negara ini terwujudkan dalam rumus abstrak dari kelima sila dari pancasila yang kata-kata intinya ialah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

d) Pendapat Rosian Abdoelgani
Dalam bukunya resapkan dan amalkan pancasila, Roeslan Abdoelgani (1962) antara lain mengatakan :
Pacasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai Colektive-ideologie dari seluruh bangsa indonesia. Di dalam kajian-kajian dari dalam masih mengandung ruang yang luas untuk berkembangnya penegasan-penegasan lebih lanjut. Dalam fungsinya ia bertahan sebagai fundamen negara, ia telah bertahan terhadap segala ujian baik yang datang dari kekuatan contra-revolusioner maupun yang datang dari kekuatan extreem. Dalam pancasila tercapailah keseimbangan nilai rokhaniah dan jasmaniah dari manusia indonesia.

B. Pendekatan Fisolofik Melalui Metafisika, Logika, Etika Terhadap Pancasila
a) Pendekatan Melalui Metafisika
Pancasila ditinjau dari kacamata metafisika berdasarkan: tinjauan melalui ruang, tinjauan melalui waktu, dan tinjauan menurut gerakan.
 Tinjauan melalui ruang
Pancasila mempunyai ruang hidup di seluruh indonesia. Namun demikian hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pancasila dapat hidup di ruang lain yaitu negara lain, sejauh itu dikehendaki oleh negara dan rakyat yang bersangkutan.
 Tinjauan melalui waktu
Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 meskipun secara formal pancasila belum menjadi dasar Negara Republik Indonesia, namun unsur-unsurnya sudah hidup dan dimiliki oleh bangsa indonesia. Kemudian semangat pancasila merupakan semangat proklamasi karena itu revolusi 17 Agustus 1945 pada hakikatnya juga revolusi pancasila. Selanjutnya tanggal 18 Agustus 1945 pancasila secara formal menjadi dasar Negara Republik Indonesia, sehingga pancasila harus dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat dan negara serta orang-orang Indonesia. Negara Indonesia pada hakikatnya adalah negara pancasila. Karena itu selama ada negara dan bangsa indonesia maka selama itu pula pancasila hidup. Berlakunya pancasila tidak terbatas.
 Tinjauan menurut gerakan
Pancasila adalah tetap dan di dalam dirinya yang tetap itulah terkandung sifat-sifatnya yang dinamik.
b) Pendekatan Melalui Logika
meskipun di indonesia sudah ada berbagai negara dan pemerintahan yang hidup sebelum bangsa indonesia dijajah oleh bangsa lain, namun belum ada satupun yang mempunyai Undang-Undang Dasar, apalagi dasar filsafat negara. Didalam masa penjajahan yang cukup lama bangsa indonesia tidak mempunyai kesempatan mempelajari dan meneliti kebudayaannya sendiri. Meskipun mendapat berbagai pengaruh baik yang bersifat material maupun non material demikian pula perlakuan yang tidak adil dari kaum penjajah, namun bangsa indonesia masih mampu tegak mempertahankan kebudayaannya sendiri. Di dalam diri bangsa indonesia demikian pula pemimpin-pemimpinnya masih tetap mengalir air kebudayaan sendiri. Pancasila yang diusulkan Bung Karno sebagai dasar filsafat negara Indonesia merdeka ternyata dapat menggetarkan jiwa pemimpin-pemimpin dan bahkan juga bangsa indonesia menunjukkan bahwa pancasila adalah identitas bangsa Indonesia.
c) Pendekatan Melalui Etika
Pancasila sebagai ukuran baik-buruk. Untuk mengatakan sesuatu baik atau buruk, indah atau tidak indah, benar atau salah haruslah ada ukurannya. Kenyataan tercermin dalam berbagai bentuk aliran. Bagi bangsa indonesia pancasila merupakan kenyataan dan kebenaran yang berasal dari mereka sendiri dan yang telah mereka terima sebagai filsafat dan pandangan hidup mereka. Maka pancasila merupakan ukuran bagi seluruh kegiatan kemasyarakatan, kenegaraan dan perorangan. Oleh karena itu berlaku di Indonesia menggunakan pancasila sebagai ukuran adalah tepat sekali.
Pancasila sebagai garis pengarah. Istilah garis pengarah menunjukkan adanya suatu tujuan atau arah tertentu. Arah itulah yang akan dituju oleh bangsa indonesia. Agar tidak keliru dan tidak tersesat oleh arah yang dikehendaki, maka perlu ada petunjuk, pengarahan. Petunjuk ini dimaksudkan karena tujuan yang hendahkdicapai adalah masyarakat adil-makmur, material-spiritual berdasarkan pancasila maka pancasila adalah tepat sekali sebagai garis pengarah. Dengan perpegang teguh kepada norma pancasila, maka segala tantangan akan dapat diatasi. Demikian pula tantangan untuk menjadikan manusia dan masyarakat pancasila akan dapat diatasi asal pancasila tetap dipakai.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Beberapa ahli berpendapat bahwa pancasila adalah suatu filsafat. Moh. Yamin menegaskan bahwa pancasila tersusun secara harmonis dalam suatu sistema filsafah. Soediman kartoadiprodjo pancasila sebagai filsafat bangsa indoesia berdasarkan atas ucapan Bung Karno yang menyatakan bahwa pancasila adalah isi jiwa bangsa indonesia. Notonagoro berpendapat bahwa kedudukan pancasila dalam Republik Indonesia sebagai dasar negara, dalam pengertian dasar fisafat. Sifat kefilsafatan dari dasar negara tersebut terwujudkan dalam rumus abstrak dari kelima sila dari pada pancasila. Roeslan abdulgani mengatakan bahwa pancasila adalah fisafat negara yang lahir sebagai collectieve-ideologi dari seluruh bangsa indonesia.
Pancasila ditinjau dari pendekatan metafisika ,bahwa pancasila mempunyai ruang hidup di seluruh indunesia. Negara Indonesia pada hakekatnya adalah negara pancasila, karena itu selama masih ada negara dan bangsa indonesia maka selama itu pula pancasila hidup. Dari pendekatan logika Pancasila yang diusulkan Bung Karno sebagai dasar filsafat negara Indonesia merdeka ternyata dapat menggetarkan jiwa pemimpin-pemimpin dan bahkan juga bangsa indonesia menunjukkan bahwa pancasila adalah identitas bangsa Indonesia. Sedangkan dari pendekatan etika Pancasila sebagai ukuran baik-buruk serta Pancasila sebagai garis pengarah.

Daftar Pustaka

Sunoto. 1987. Mengenal Filsafat Pancasila Melalui Pendekatan Metafisika, Logika Dan Etika. Yogyakarta : PT. Hanindita Graha Widya.

1 komentar: