Minggu, 09 Januari 2011

CONTOH PROPOSAL PTK

A. Judul Penelitian
“ Penerapan Pembelajaran Tematik Model Webbed dengan Tema Lingkungan untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDN Dinoyo 2 Malang”.

B. Latar Belakang Masalah
Menurut UU No 20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Agar memiliki kekuatan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mu;lia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hasbullah, 2005: 4).
Peaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Menurutnya, setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut skemata, yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Peaget membagi skema yang mdigunakan anak menjadi empat periode yang utama yang berkorelasi dengan semakin canggih seiring perkembangan usia, yaitu: (1) periode sensori motor, usia 0-2 tahun, (2) periode praoperasional, 2-7 tahun, (3) periode operasional konkrit, 7-11 tahun, (4) periode operasional formal, 11 tahun sampai dewasa.
Anak usia Sekolah Dasar berada pada tahap operasional konkrit. Sehingga pembelajarean yang dilakukan juga menggunakan benda-benda konkrit dan pengalaman yang dialami siswa. Selain itu siswa SD juga memiliki hakekat perkambangan, diantaranya adalah anak SD berkembang secara holistik dan terpadu. Perkembangan pada satu aspek dipengaruhi dan mempengaruhi perkembangan aspek lainnya. Perkembangan anak baik mental- sosial- emosional, bahasa maupun fisik saling berkaitan. Perkembangan seluruh aspek tersebut terpadu dengan pengalaman, kehidupan dan lingkungan.
Dalam melaksanakan pendidikan, seorang pendidik harus memperhatikan aspek-aspek perkembangan tersebut. Pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada kapasitas suatu pendidikan dalam mentrasformasikan peserta didik memperoleh nilai tambah, baik yang bersifat kognitif, afektif maupun psikomotorik. dari sekian banyak komponen pendidikan, guru merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha peningkatan pendidikan.
Pelaksanaan pendidikan di Sekolah Dasar, khususnya kelas I- III untuk setiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah dalam tiap satuan pelajaran. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilaksanakan secara murni mata pelajaran, yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut. Hal ini mengakibatkan siswa tidak menyadari adanya keterkaitan antara mata pelajaran yang satu dentgan mata pelajaran yang lain, sehingga membuat kesulitan bagi siswa dalam memahami mata pelajaran karena mereka memperoleh pengetahhuan dan keterampilan secar terpisah-pisah.
Oleh karena itu, salah satu upaya dalam membantu terwujudnya tujuan pendidikan adalah dengan penerapan kebijakan pembelajaran. Salah satunya dengan diberlakukannya pendekatan tematik bagi siswa kelas awal Sekolah Dasar. Belajar dengan pendekatan tematik ini lebih banyak menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam belajar dan membuat anak menjadi aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan pembuatan keputusan. Pembelajaran tematik yang mudah diterapkan adalah model Webbed, yaitu mengkaji tema secara lintas bidang studi.
Akan tetapi, terkadang guru masih mengalami kesulitan dalam penerapan pendekatan pembelajaran tematik ini. Hal ini disebabkan oleh kurang kreatifnya guru dalam menentukan tema yang sesuai dan kurangnya benda-benda konkrit yang dihadirkan pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik mengangkat judul ” Penerapan Pembelajaran Tematik Model Webbed dengan Tema Lingkungan untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDN Dinoyo 2 Malang”.
C. Rumusan Masalah
1) Bagaimana penerapan pembelajaran tematik model webbed dengan tema lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II SDN Dinoyo 2 Malang?
2) Apakah penerapan pembelajaran tematik model webbed dengan tema lingkungan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II SDN Dinoyo 2 Malang?
3) Apakah penerapan pembelajaran tematik model webbed dengan tema lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN Dinoyo 2 Malang?

D. Pemecahan Masalah dan Hipotesis Tindakan
Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan masalah yang sering terjadi di SDN Dinoyo 2 Malang kelas II khususnya dalam hal kurangnya penanaman konsep dan kurang bermaknanya pengetahuan yang diperoleh siswa karena pelajaran disajikan secara terpisah-pisah, maka peneliti melakuakan langkah- langkah sebagai berikut: (1) peneliti dengan bantuan guru kelas akan menerapkan penndekatan pembelajaran model webbed dalam tema lingkungan, (2) menggunakan media dan sumber belajar yang bervariasiada di lingkungan siswa, (3) menggunakan media dan sumber belajar yang ada di lingkungan siswa, (4) siswa mengalami sendiri kegiatan pembelajaran.
Hipotesis Tindakan
• Jika siswa kelas-2 SDN Dinoyo 2 Malang diterapkan pembelajaran tematik dalam membelajarkan tema lingkungan maka motivasi belajarnya akan meningkat.
• Jika siswa kelas-2 SDN Dinoyo 2 Malang diterapkan pembelajaran tematik dalam membelajarkan tema lingkungan maka hasil belajarnya akan meningkat.



E. Tujuan Penelitian
1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran tematik model webbed dengan tema lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II SDN Dinoyo 2 Malang.
2) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran tematik model webbed dengan tema lingkungan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II SDN Dinoyo 2 Malang.
3) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran tematik model webbed dengan tema lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN Dinoyo 2 Malang.

F. Indikator Ketercapaian Tujuan Penelitian
Indikator ketercapaian tujuan penelitian ini adalah:
Keadaan sebelum PTK Keadaan yang diharapkan dalam proses dan setelah PTK
Penerapan pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran
• Mata pelajaran disajikan secara terpisah
• Pengetahuan siswa terkotak-kotak Penerapan pembelajaran tematik model webbed tema lingkungan
• Diajarkan secara terpadu lintas mata pelajaran
• Diambil temayang sesuai dengan kebutuhan siswa dan
Keaktivan belajar
• Rasa ingin tahu siswa rendah
• Pembelajaran kurang bermakna
• Kemauan menanggapi rendah
• Kemampuan memahami materi rendah Keaktivan belajar
• Rasa ingin tahu siswa tinggi
• Pembelajaran lebih bermakna
• Kemauan menanggapi tinggi
• Kemampuan memahami tinggi
Kreativitas siswa
• Kemampuan memecahkan masalah dengan ide-ide baru rendah
• Kemampuan memberi alternatif jawaban rendah Kreativitas siswa
• Kemampuan memecahkan masalah dengan ide-ide baru tinggi
• Kemampuan memberi alternatif jawaban tinggi

G. Ruang Lingkup Penelitian
1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran tematik model webbed
2. Tema yang dipilih adalah tema lingkungan sebagai materi pembelajaran kelas II semester 1

H. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberi manfaat, khususnya untuk berbagai pihak yang berkaitan secara langsung, diantaranya adalah:
1. Bagi sekolah
Dapat digunakan sebagai referensi di SDN Dinoyo 2 Kota Malang serta dapat diterapkan pada pembelajaran di sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan mutu
pembelajaran
2. Bagi guru
Sebagai masukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan metode-metode serta pendekatan belajar yang lebih bervariasi.
3. Bagi siswa kelas II SD
Untuk membantu meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik tema lingkungan.
4. Bagi Peneliti
Sebagai tambahan pengetahuan, khususnya dalam melaksanakan tugas selanjutnya yaitu mengembangkan pembelajaran tematik di SD kelas awal.


I. Definisi Operasional
1. Pembelajaran tematik adalah kegiatan mengajar dengan memadukan beberapa materi pelajaran dalam satu tema atau satu topik pembicaraan (Muslich,2008:164)
2. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Kunandar,2007:331)
3. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di aam sekitar yang memiliki makna dan atau pengaruh tertentu pada individu yang dapat diwujudkan dengan perubahan tingkah laku (Hamalik,2003:79)
4. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.
5. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar (Sudjana,2008:22)


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Teori- Teori tentang Belajar
Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku pada seseorang. Dari yang semula tidak tahu menjadi tahu dan dari yang buruk menjadi lebih baik. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan dan sikap serta nilai siswa, baik kemampuan intelektual, sosial, afektif maupun psikomotor (Ibrahim, 2003: 35). Menurut Dra. Roestiyah, terdapat beberapa teori balajar, diantaranya adalah:
1. Teori Belajar Menurut Konsepsi Ahli-Ahli Ilmu Jiwa dan Daya
Menurut teori ini jiwa manusia mempunyai daya- daya, misalnya, daya mengenal, daya mengingat, daya berfikir, daya fantasi dan sebagainya. Sehingga untuk mendapatkan pengetahuan hanya dengan menghafal saja.
2. Teori Tanggapan dari Herbart
Menurut teori ini orang pandai adalah orang yang mempunyai tanggapan yang tersimpan dalam otaknya. Jadi belajar adalah memasukkan tanggapan sebanyak- banyaknya.
3. Teori Trial and Error
Belajar merupakan proses mancoba-coba, kadang-kadang salah tetapi akan bnerhasil juga.
4. Teori Medan oleh Lewin
belajar merupakan pemecahan masalah dengan menghubungkan antara persoalan- persoalan dengnan konteks pengalaman-pengalaman anak.
5. Teori Gestalt
Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt
a) Belajar berdasarkan keseluruhan
Anak berusaha menghubungkan bagian pelajaran dengnan bagian pelajaran lain sebanyak mungkin.
b) Belajar adalah suatu proses perkembangan
Anak- anak baru dapat mempelajari dan mencerna suatu materi apabila telah matang jiwanya untuk menerima bahan pelajaran tersebut.
c) Anak sebagai suatu organisme keseluruhan
Anak belajar tidak hanya melibatkan inteleknya saja, tetapi juga emosional dan jasmaniahnya.
a) Belajar lebih berhasil bila berhubungan dengan minat, keinginan, dan tujuan anak.
d) Belajar berlangsung terus menerus.
Anak mempertoleh pengetahuan tidak hanya di sekolah tetapi juga di luar sekolah, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

B. Karakteristik Anak SD Kelas Awal (1,2, dan 3)
Siswa SD kelas awal berlangsung antara usia enam sampai sembilan tahun. Bagi para ahli psikologi periode ini disebut sebagai usia berkelompok yaitu suatu masa dimana perhatian utama anak tertuju pada keinginan untuk diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik), serta mampu memahami hubungan suatu konsep secara sederhana. Aspek perkembangan yang satu masih terkait erat dengan aspek perkembangan lainnya dan saling mempengaruhi.
Anak usia Sekolah Dasar berada pada tahap operasi konkrit. Anak mulai mengembangkan tiga macam operasi berpikir, yaitu: (1) identifikasi, yaitu kemampuan untuk mengenali sesuatu, (2) negasi, yaitu kemampuan mengingkari sesuatu, (3) reprokasi, yaitu mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal.
Hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah siswa memahami konsep-konsep berdasarkan pengalaman sendiri. Siswa mudah memahami suatu konsep jika konsep itu diperoleh melalui pengamatan atau melakukan suatu8 kegiatan yang berkaiatan dengan konsep-konsep tersebut.

C. Pembelajaran Tematik
1. Pengertian Pembelajaran Tematik
Sesuai dengan karakteristik anak SD, maka pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kalas awal (1, 2, dan 3) dilakukan dengan pendekatan pembelajaran tematik.Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Menurut Poerwadarminta tema adalah pokok pikiran yang menjadi pokok pembicaraan.
Terdapat beberapa model dalam pembelajaran tematik, salah satunya adalah pembelajaran tematik model Webbed. Pembelajaran tematik model Webbed merupakan pendekatan tematik yang mengkaji suatu tema secara lintas lintas bidang studi serta pemaduan dengan menentukan tema tertentu. Tema bisa ditetapkan dengan negosisasi antara guru dan siswa, tetapi dapat juga dengan cara diskusi sesama guru. Setelah tema tersebut disepakati, dikembangkan sub- sub temanya dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi lain. Dari sub-sub tema ini dikembangkan aktifitas belajar yang harus dilakukan siswa.
Kelebihan model webbed (jaring laba-laba), diantaranya adalah:
a) Penyeleksian tema sesuai minat akan memotivasi anak untuk belajar.
b) Lebih mudah dilakuakn terutama oleh guru yang belum berpengalaman.
c) Memudahkan perencanaan.
d) Memberikan kemyudahan kepada anak didik dalam melihat kegiatan-kegiatan dan ide- ide berbeda yang dapat saling berhubungan atau terkait.
Kelemahan model webbed, diantaranya adalah:
a) Sulit dalam menyeleksi tema
b) Cenderung untuk merumuskan tema yang dangkal
c) Dalam pembelajaran, guru lebih banyak memusatkan perhatian pada kegiatan pengembangan konsep, sehingga dibutuhkan adanya keseimbangan antara kegiatan dan pengembangan materi pembelajaran.
(Karli Hilda, dkk, 2007: 80).


2. Ciri- Ciri Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik memiliki ciri-ciri, diantaranya adalah:
a) Berpusat pada siswa
Pembelajaran tematik berpusat pada siswa, sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yang memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktifitas belajar.
b) Memberikan pengalaman langsung
Pembelajaran tematik dapat memberikan pentgalaman langsung kepada siswa. Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasara untuk memahami hal- hal yang lebih abstrak.
c) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.
d) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
Pembelajaran tematik menyajikan konsep- konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan dalam membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
e) Bersifat fleksibel
Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel), dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.
f) Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
g) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan
Sesuai dengan karakteristik anak SD yang masih suka bermain, maka pembelajaran tematik didesain dengan kegiatan- kegiatan bermain sambil belajar yang menyenangkan sehingga membuat siswa tidak merasa bosan.
3. Prinsip Dasar Pembelajaran Tematik
Prinsip dasar pembelajaran tematik(Sutirjo, 2005:13) adalah sebagi berikut:
a) Terintegrasi dengan lingkungan atau bersifat kontekstual. Artinya, pembelajaran harus dikemas dalam sebuah format keterkaitan ketika siswa menemukan masalah dan memecahkan masalah nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari.
b) Bentuk belajarnya harus didesain agar siswa belajar dengan sungguh-sungguh untuk menemukan tema pembelajaran yang nyata sekaligus menerapkannya.
c) Penggunaan waktu, metode dan sumber belajar yang otentik dalam upaya memberikan pengalaman belajar yang riil kepada setiap siswa dalam mencapai ketuntasan kompetensi secara tepat. Siswa harus ikut serta dalam menemukan permasalahan nyata di lingkkungan dan bagaimana merealisasikannya dalam pembelajaran tematik di kelas maupun permasalahan di luar kelas.

D. Tema Lingkungan
Lingkungan menyediakan rangsangan terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku yang sering disebut sebagai proses belajar. Sedangkan tema lingkungan merupakan tema yang diambil dari beberapa mata pelajaran yang masih berkaitan dengan lingkungan sekitar siswa.

E. Motivasi Belajar
Istilah motivasi berasal dari kata ”motif” yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat pada diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat (Uno B.Hamzah, 2007:3). Motif atau biasa disebut dorongan atau kebutuhan merupakan sesuatu tenaga yang berada pada diri individu atau siswa yang mendorongnya untuk berbuat mencapai suatu tujuan (R. Ibrahim dan Nana Syaodih S, 2003 : 27-28).
Macam-macam motivasi, diantaranya adalah:
a) Motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang tercakup dalam motivasi belajar yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa sendiri. Motivasi ini sering disebut motivasi murni atau sebenarnya, yang timbul dari peserta didik. Misalnya: keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan pemahaman, mengembangkan sikap untuk diterima oleh orang lain, dan sebagainya.
b) Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Misalnya: angka, ijazah, hadiah, ejekan, hukuman.
Jadi motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.

F. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. Menurut Sudjana (2005: 22) hasil belajar dapat didefinisikan sebagai kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah mengalami pengalaman belajar. Hasil belajar seorang siswa dapat tinggi atau rendah, tergantung proses belajar yang terjadi pada individu yang belajar. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah:
a) Faktor internal, terdiri dari:
a. psikologi, yang meliputi: intelegensi, motif belajar dan minat
b. fisiologi, yang meliputi: kesehatan jasmani
b) Faktor eksternal, tediri dari:
a. proses belajar di sekolah, meliputi: kurikulum pembelajaran, disiplin sekolah, fasilitas belajar dan pengelompokan siswa.
b. sosial, meliputi: status sosial siswa, interaksi pengajar dengan siswa.
c. situasional, meliputi musim dan iklim.


BAB III
METODE PENELITIAN


A. Rancangan Penelitian
Penelitian tentang penerapan pembelajaran tematik model webbed dengan tema lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah proses investigasi untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas, proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara bersiklus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dan hasil pembelajaran di kelas tertentu (Sa’dun. A, 2002:26).

B. Lokasi dan Subyek Penelitian
Tempat yang dijadikan penelitian dalam penerapan pembelajaran tematik model webbed untuk tema llingkungan ini adalah SD Negeri Dinoyo 2 Malang dengan subyek penelitian siswa kalas dua.

C. Langkah-langkah Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, yaitu siklus I dan Siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari beberapa tahap, diantaranya adalah: planning-perencanaan, acting & observing-tindakan dan pengamatan, reflecting-perefleksian, dan revise plan-perbaikan dan rencana (Kemis dan MC. Taggart). Berdasarkan refleksi pada siklus pertama, maka dibuatkan rancangan baru yang diterapkan pada siklus kedua. Untuk dapat lebih jelasnya Model Kemis dan MC.Taggart dapat dilihat pada bagan di bawah ini.










Siklus I







PTK ini dianggap berhasil apabila siswa mampu meningkatkan ketuntasan sekurang-kurangnya 75% dari materi yang dipelajari. Apabila hasil dari siklus II belum maksimal atau belum mencapai standar yang ditetapkan, maka akan dilanjutkan ke siklus berikutnya. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
SIKLUS I
1. Perencanaan Tindakan
Perencanaan yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a) Guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran tematik serta cara penilaian dalam pembelajaran
b) Guru menyiapkan sumber dan media belajar serta alat-alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran
c) guru menyusun instrumen pengumpulan data baik itu berupa observasi, pedoman wawancara, serta catatan lapangan
d) Guru memberitahukan dan mengarahkan siswa tentang model pembelajaran tematik yang akan diterapkan dalam waktu beberapa hari ini
e) Dalam satu siklus dilaksanakan dalam dua hari dengan memasukkan enam mata pelajaran, yaitu IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKn, Matematika, Agama dengan tema lingkungan
2. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Tindakan yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran pada siklus I adalah sebagai berikut:
Hari pertama
a) Guru memberikan salam pembuka dengan penuh perhatian siswa
b) Guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu” Lihat Kebunku”
c) Guru mengajak siswa untuk tanya jawab tentang lagu ” Lihat Kebunku”
d) Guru mengadakan kegiatan permainan yang berhubungan dengan tema secara kelompok
e) Kelompok mengerjakan lembar kerja kelompok
f) Guru meminta siswa untuk menyelesaikan soal individu
g) Guru merefleksi hasil pembelajaran, baik itu menfaat setelah pembelajaran maupun kendala apa saja yang dialami siswa selama proses pembelajaran berlangsung
h) Guru memberikan motivasi kepada siswa agar rajin belajar
i) Guru mengakhiri pelajaran dengan salam
Hari kedua
a) Guru memberikan salam pembuka dengan penuh perhatian siswa
b) Guru mengajak siswa untuk memperhatikan gambar media
c) Guru mengajak siswa untuk tanya jawab tentang gambar
d) Guru meminta siswa untuk menirukan gerakan sesuai gambar bersama anggota kelompoknya
e) Kelompok mengerjakan lembar kerja kelompok
f) Guru meminta siswa untuk menyelesaikan soal individu
g) Guru merefleksi hasil pembelajaran, baik itu manfaat setelah pembelajaran maupun kendala apa saja yang dialami siswa selama proses pembelajaran berlangsung
h) Guru memberikan motivasi kepada siswa agar rajin belajar
i) Guru mengakhiri pelajaran dengan salam
Observasi
Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran tematik. Pengamatan motivasi siswa berdasarkan lembar observasi yang terdiri dari karakteristik minat, perhatian konsentrasi, dan ketekunan. Selain observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan belajar siswa, observer juga mengisi lembar observasi yang digunakan untuk mengamati tahapan pembelajaran yang dilakukan guru selama di kelas apakah sudah sesuai dengan tahapan pembelajaran tematik yang diterapkan.
3. Refleksi
Refleksi dimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi, apa yang dihasilkan, kenapa hal itu terjadi, dan langkah apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya menghasilkan perbaikan pada siklus II. Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Hasil analisis data yang telah ada digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai.
4. Revisi bagian I
Pada tahap ini peneliti mengkaji langkah apa saja yang akan ditempuh pada tahap selanjutnya dengan berpedoman pada pelaksanaan tindakan dan refleksi pada siklus I untuk diadakan perbaikan pada siklus selanjutnya.





SIKLUS II
1. Perencanaan Tindakan
Perencanaan yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran mengacu pada hasil pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus I, yaitu sebagai berikut:
a) Guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran tematik serta cara penilaian dalam pembelajaran
b) Guru menyiapkan sumber dan media belajar serta alat-alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran
c) Guru menyusun instrumen pengumpulan data baik itu berupa observasi, pedoman wawancara, serta catatan lapangan
d) Dalam satu siklus dilaksanakan dalam dua hari dengan memasukkan enam mata pelajaran, yaitu IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKn, Matematika, Agama dengan tema lingkunga
2. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Tindakan yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut:
Hari pertama
a) Guru memberikan salam pembuka dengan penuh perhatian siswa
b) Guru mengajak siswa keluar kelas untuk mengamati keadaan
lingkungan sekolah
c) Guru mengajak siswa untuk tanya jawab tentang keadaan
lingkungan sekolah
d) Kelompok mengerjakan lembar kerja kelompok berupa hasil pengamatan yang telah dilakukan
e) Guru meminta siswa untuk menyelesaikan soal individu
f) Guru merefleksi hasil pembelajaran, baik itu menfaat,setelah pembelajaran maupun kendala apa saja yang dialami siswa selama proses pembelajaran berlangsung
g) Guru memberikan motivasi kepada siswa agar rajin belajar
h) Guru mengakhiri pelajaran dengan salam

Hari kedua
a) Guru memberikan salam pembuka dengan penuh perhatian siswa
b) Guru mengajak siswa untuk memperhatikan gambar media
c) Guru mengajak siswa untuk tanya jawab tentang gambar
d) Guru meminta siswa untuk bekerja dalam kelompoknya
e) Guru menyampaikan matyeri pelajaran
f) Guru meminta siswa untuk menyelesaikan soal individu
g) Guru merefleksi hasil pembelajaran, baik itu manfaat setelah pembelajaran maupun kendala apa saja yang dialami siswa selama proses pembelajaran berlangsung
h) Guru memberikan motivasi kepada siswa agar rajin belajar
i) Guru mengakhiri pelajaran dengan salam
Observasi
Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran tematik. Pengamatan motivasi siswa berdasarkan lembar observasi yang terdiri dari karakteristik minat, perhatian konsentrasi, dan ketekunan. Selain observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan belajar siswa, observer juga mengisi lembar observasi yang digunakan untuk mengamati tahapan pembelajaran yang dilakukan guru selama di kelas apakah sudah sesuai dengan tahapan pembelajaran tematik yang diterapkan.
3. Refleksi
Refleksi dimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi, apa yang dihasilkan, kenapa hal itu terjadi, dan langkah apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Pada tahap ini dilakukan analisispembahasan terhadap data yang telah diperoleh. Pada akhir siklus II akan diperoleh gambaran tentang motivasi dan hasil belajar siswa setelah mengalami pembelajaran tematik model webbed tema lingkungan. Hasil pembahasan merupakan refleksi dari apa yang telah terjadi selama penerapan tindakan.



D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Tes
Tes adalah alat untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan obyek yang diamati (Arikunto, Suharsini. 2006:222). Hal ini dijelaskan oleh Bambang Budi Wiyono (2007:46) bahwa tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan kepada siswa untuk memperoleh informasi tentang kemampuan, penguasaan atau aspek-aspek lain yang sejenis berdasarkan ketentuan yang benar.
2) Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data untuk mendapatkan imformasi tentang obyek pengamatan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lisan (Budi Wiyono, Bambang. 2007:49). Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi secara langsung.
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara dalam penelitian ini dilakuakan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa setelah pelaksanaan tindakan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi dan pemahaman konsep siswa terhadap materi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tematik model webbed.
3) Observasi
Observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengadakanpengamatan lagsung kemudian mencatat data sebagaimana yang terjadi dalam keadaan yang sebenarnya. Observasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran aktivitas guru dan siswa pada saat berlangsungnya tindakan.
4) Dokumentasi
Dokumentasi digunakan sebagai informasi pendukung untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran.
5) Catatan Lapangan
Catatan lapangan digunakan pada saat observasi dengan tujuan untuk mengenali aktivitas siswa selama proses pembelajaran tematik model webbed untuk tema lingkungan berlangsung. Selain itu, catatan lapangan juga digunakan untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul selama proses pembelajaran sehingga pada tahap refleksi dapat ditentukan tindakan untuk perbaikan pelaksanaan tindakan.

E. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data dilakukan setiap kali pemberian tindakan berakhir, yang meliputi kegiatan klasifikasi data, penyajian data, dan penilaian keberhasilan tindakan.
1. Data Kualitatif
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mengumpulkan data yang diperoleh melalui wawancara, dan pedoman observasi kemudian data tersebut dipaparkan, dibahas dan disimpulkan. Langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut:
a) Reduksi data
Reduksi data merupakan bagian dari analisis data menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data sehingga dapat ditarik kesimpulan akhirnya.
b) Penyajian data
Penyajian data dengan mengorganisasikan data hasil reduksi dalam bentuk naratif yang memungkinkan untuk penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
c) Penarikan kesimpulan
Memberikan kesimpulan terhadap hasil penafsiran dan evaluasi.
2. Data Kuantitatif
a) Data motivasi belajar
Data motivasi belajar diperoleh selama aktivitas selama pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi dihitung dengan menggunakan persentase motivasi berdasarkan tiap-tiap indikator.

Persentase taraf keberhasilan tindakan
Persentase Keberhasilan Tingkat Keberhasilan Nilai dengan Huruf
85-100
75-84
60-74
40-59
0-39 Sangat baik
Baik
Cukup baik
Kurang baik
Sangat kurang A
B
C
D
E

Motivasi belajar siswa berdasar hasil observasi
Indikator motivasi Kategori
Persentase Taraf Keberhasilan Nilai dengan Huruf
Minat
Perhatian
Konsentrasi
Ketekunan

b) Data hasil belajar
Analisis untuk menghitung peningkatan hasil belajar siswa ditentukan dengan ketuntasan hasil belajar siswa individu dan klasikal. Kriteria ketuntasan minimal dari pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Secara perorangan siswa telah dianggap tuntas belajar apabila daya serap mencapai 70%.
2. Secara klasikal siswa telah dianggap tuntas belajar apabila daya serap mencapai 70%.
Untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal menggunakan rumus sebagai berikut:
TB = Siswa yang memperoleh skor > 70 % x 100%
 Seluruh siswa

Daftar Pustaka
Akbar, S. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Cipta Media Aksara
Hasbullah. 2005. Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafida
Karli Hilda, dkk. 2007. Implementasi KTSP dalam Model- Model Pembelajaran. Jakarta: Generasi Info Media.

Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Sudjana, Nara. 2008. Penelitian Hasil Proses belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muslich, M. 2001. KTSP Pembelajaran berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara

Hamalik., O. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Anonim. 2010. Pembelajaran Tematik Kelas 1-2 dan 3. Online (http://www.p4tkpknips.com/pembelajaran-tematik-kelas-1-2-dan-3).diakses tangga2 Mei 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar